Obat Diabetes Dari Gula Tebu Ala Gita Rai Nasution

kolagit

Untungnya setelah meminum kolagit, ia sudah dapat menyetir mobil sendiri untuk membeli obat yang kedua kalinya. Hal ini membuat Gita kecil sedih, Gita pun bertekad ingin ayahnya sehat kembali, bagaimanapun caranya. Ketika anak seusianya sibuk mencerap komik dan bermain main, ia lebih memilih mencerap buku tentang tanaman obat dan pengobatan herbal pada perpustakaan di panyabungan.

Data harga barang atau produk yang ada di website kami berasal dari beberapa Marketplace populer di Indonesia. Dapatkan informasi produk dengan harga murah terjangkau sebelum membeli produk di toko online. Bagi Anda yang menghargai copyright dan suka dengan produk yang asli bisa membeli Kolagit original dengan harga yang agak mahal. Namun bagi yang belum mempunyai budget atau anggaran memadai Anda bisa membeli produk Kolagit kw yang memiliki kualitas hampir sama dengan Kolagit ori. Salah satu pasien kolagit yang berhasil bisa sehat kembali adalah seorang tentara yang sebelumnya sudah berobat ke Singapura namun belum juga bisa mendapatkan solusi untuk diabetes yang di deritanya.

Inibaru. id – Diabetes menjadi penyakit yang sangat ditakuti masyarakat Indonesia, bahkan bumi. Selain menyebabkan kematian, penderita diabetes juga menjadi bukan nyaman karena harus meninggalkan makanan dengan kadar gula berlebih. ”Ketika saya kualitas 6 SD, ayah sudah divonis dokter mengidap diabetes. Badan ayah yang sebelumnya gemuk, mendekati 100 kg, perlahan susut. Penglihatan rama kabur, bahkan untuk lari saja ayah mesti megang dinding.

“Saya berpikir, apa mungkin gula bisa disembuhkan dengan gula? Semoga saja nantinya bakal ditemukan lebih banyak tengah obat alami untuk mampu menyembuhkan berbagai macam patogen.

kolagit

Kompleks sekolah itu berada di dekat hutan alami, sehingga Gita pun gampang menemukan ramuan yang pas. Berhasil mengembangkan produk racikan herbal, dengan Kopi Gula Gita untuk menyembuhkan penyakit diabetes, Gita Adinda Nasution akan menghadirkan inovasi baru.

Dikutip dati Tribun News, mahasiswi semester III Fakultas MIPA USU tersebut awalnya hanya coba-coba. Berbekal tekad untuk menyembuhkan sang ayah, dia mulai sering meracik ramuan herbal antidiabetes. Menurut Gita, penyakit diabetes bukanlah disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Melainkan, kata dia, organ tubuh yang cacat akibat pola hidup yang tidak sehat, sehingga menyebabkan tubuh tidak bisa mencerna gula, lalu datanglah diabetes. Melihat peluang bisnis yang baik, Gita memiliki mimpi untuk membuat industri kecil obat tradisional. Lewat industri itu, dia ingin menciptakan produk herbal modern dan bermanfaat bagi lingkungan. Ia juga ingin mendirikan klinik bagi semua orang sakit yang kurang mampu.

Tatkala anak-anak lain seumuran Suara memilih untuk membaca komik. Gita lebih memilih menafsirkan buku mengenai pengetahuan bumbu rampai. Hal itu berlanjut hingga Gita SMP. Gita tetap mengatakan banyak jurnal mengenai ramuan-ramuan. Hingga sudahnya pada ketika Gita hidup di bangku SMA tercetuslah kolagit berikut.

Dalam pencarian dan sejumlah percobaan, Suara terinspirasi dari penemuan vaksin polio yang menjadi penawar dari virus itu swasembada. Selain itu, dia terinspirasi dari orang yang dipatuk ular, dapat disembuhkan beserta bisa ular. Dari situlah, dia mulai memikirkan penyembuhan penyakit gula dengan gula. Dengan formulasi dan tolok ukur tertentu, serta keteraturan sasaran sesuai petunjuknya, Gita menyatakan produknya bisa membantu memulangkan diabetes. Seringnya terjadi ‘lompatan-lompatan’ dalam menyimpulkan hasil penjelasan herba, menurut dr Dante bisa menjerumuskan pasien. Sorongan yang prematur membuat penderita berharap terlalu banyak, dan kemudian meninggalkan pengobatan standar.

Atau apakah janji tersebut hanya kalimat kosong sebagai bagian dari strategi pemasaran dan promosi produk agar laku dan produsen meraup untung? Untuk hal yang satu ini, hanya Anda sendiri yang bisa membuktikannya. “Saat saya masih kelas 6 SD, saya melihat kalau ayah saya sudah memiliki penyakit diabetes yang cukup parah. Saat itu ayah aku tidak bisa melihat, apalagi untuk berjalan saja selit-belit, ” ungkap Gita di tayangan talkshow televisi swasta baru-baru ini. Yaccon/yakon ialah komposisi utama yang bersungguh-sungguh dalam menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki kesediaan sel beta pangkreas di dalam penderita diabetes. Sempat viral di media sosial seorang gadis SMA menemukan obat yang diyakini bisa memulangkan diabetes. Obat mujarab ini berasal dari pohon tebu dan menamai temuannya ini dengan nama paten Kolagit.

Jakarta – Gita Adinda Nasution, seorang mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sumatra Utara menemukan obat baru untuk diabetes yang ia namakan Kolagit. Paten untuk obat yang dibuatnya dari gula tebu itu pun tengah diperjuangkan.

Obat racikan ini mengandung bahan tumbuhan tebu dan herbal-herbal lainnya. Walaupun ada kata kopi di nama Kolagit, Gita menyiarkan itu didasari kemiripan ragam obat tersebut dengan salinan. Sebab, ia harus merukunkan takaran, komposisi, dan jalan konsumsi Kolagit untuk di setiap penderita diabetes. Menurut Suara, resep tidak bisa disamakan untuk semua penderita diabetes karena memiliki setiap penderita diabetes memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada nun bisa mengonsumsi Kolagit berdasar pada umum, ada pula nun harus mengonsumsi Kolagit disematkan ramuan herbal lain racikannya. Dia mengatakan, penemuannya dibantu hobinya membaca buku mengenai tanaman obat tradisional pada perpustakaan Panyabungan.

Emil Warner dan James Bell pertama kali menemukan kandungan Metformin dari tanaman tersebut pada tahun 1922, dengan nama kimia ‘N’-dimethylguanidine. Efek hipoglikemik atau menurunkan kadar gula darah dari obat ini teramati pada kelinci pada tahun 1929, dalam eksperimen yang dilakukan oleh Slotta dan Tschesche. Akan tetapi, apakah seluruh obat diabetes tersebut memang benar-benar ampuh mampu mengatasi diabetes dan mengobatinya seperti yang dijanjikan?

Kadang-kadang dia melepas produknya secara gratis untuk positif penderita diabetes dari tataran yang tidak mampu. “Untuk mengobati penyakit gula ini saya justru pakai benda tebu yang dibentuk sebagai gula dan racikan herbal, ” kata pemenang I Wirausaha Muda Mandiri Group Mahasiswa 2014 itu. Ruang itu Gita memasarkan swasembada obat diabetes tersebut dengan perantara nabi akun Facebook pribadinya. Homo kemasan Kolagit dengan ukuran 800 gram dihargai Rp 150 ribu. Dia saja selalu menyarankan bagi pemakai dalam kota Medan, guna datang langsung ke pajak miliknya di Jalan Brigjen Katamso.

Kala itu Lagu mencoba meracik ramuan daripada tumbuhan mahkota dewa sampai pengaturan diet ketat dengan diatur ibunya, Lismawati. Daun Salam merupakan herbal yang secara klinik diketahui dapat menurunkan kadar gula darah pada 50 pasien DM tipe II. Kombinasinya dengan sambiloto dapat menurunkan gula darah lebih stabil. Herba Sambiloto merupakan herbal yang juga berperan membantu menurunkan kadar gula darah sehingga efeknya bersinergi dengan daun yakon. Apalagi saat Gita masih duduk di bangku SDpun dia sudah berwarung untuk memperoleh ramuan yang tepat untuk Ayahnya.

Tahun ini, ia pun berencana membuka cabang produksi dan pemasaran Kolagit selain di kawasan Medan. “Tempatnya belum kita tetapkan, tapi saya ingin memilih kawasan pedalaman agar distribusi ke kawasan tersebut lancar, ” ujarnya. Salah satunya adalah Metformin, obat diabetes golongan biguanida yang berasal dari tanaman Galega officinalis. Tanaman berbunga ini banyak ditemukan di Eropa dan memiliki nama populer French Lilac. Sejak ribuan tahun silam, tanaman ini secara tradisional dipakai untuk mengobati poliuria dan halitosis, 2 gangguan kesehatan yang berhubungan dengan gejala diabetes. Hargano adalah situs perbandingan harga yang membantu Anda mencari harga barang dari berbagai toko online dan menampilkan dengan fitur perbandingan.

Gita berfikir untuk menyembuhkan penyakit diabetes dengan mempergunakan racun atas penyakit tersebut. Gita mengatakan ihwal penemuan obat itu dimulai ketika ayahnya mengalami diabetes. Dia pun berpikir bagaimana cara menyembuhkan penyakit tersebut. Ia pun melakukan penelitian, hingga didapatkanlah Kolagit itu. Sebelum menemukan formula Kolagit untuk mengobati diabetes, Gita memang gandrung terhadap obat-obatan herbal. Saat sekolah SMA Negeri 2 Plus Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dia juga kerap dimintai saran untuk obat-obatan.