Menelaah potensi jual – beli online pasca 10 bulan pandemi covid-19

Menelaah potensi jual – beli online pasca 10 bulan pandemi covid-19

Keberadaan Virus Corona di tengah tengah kehidupan manusia merupakan hal yang tidak terduga dan tidak dapat ditolak. Banyak hal yang kemudian berubah dan menemukan bentuk kesetimbangan yang baru, atau kerap dikenal dengan “new normal”. Hal-hal yang sebelumnya tidak umum dan lumrah, pada hari ini menjadi suatu hal yang lumrah dan bahkan adalah sebuah keharusan. Seperti menjaga jarak, bermasker, dan mencuci tangan. Segala sektor kehidupan tidak ada yang luput dari efek dari adanya pandemi Covid-19 ini. termasuk sektor ekonomi. Banyak perusahaan besar yang akhirnya gulung tikar, apalagi Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi penyokong perekonomian Republik Indonesia, mengalami krisis yang sangat dahsyat. Banyak orang yang akhirnya tidak mempunyai pekerjaan, kalaupun ada penghasilannya sangat tidak memadai.

Namun, dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, jika ada hal positif yang berkembang baik dalam sektor perekonomian adalah meningkatnya transaksi digital sebanyak 64,48%, sebagaimana dilansir dari situs berita kompas.com pada beberapa bulan lalu. Bank Indonesia juga mencatatkan hal yang senada, dimana transaksi digital terus meningkat selama pandemi berlangsung.

Hal ini dapat menjadi sebuah catatan penting, dimana ternyata pada akhirnya, keadaan pandemi memaksa orang-orang untuk tetap melakukan jual-beli, dengan cara digital. Ini menandakan bahwa sebenarnya masyaarakat tidak begitu bodoh untuk tidak melek terhadap penggunaan teknologi sebagai alat bantu mereka dalam berniaga dan melakukan transaksi, hanya saja mungkin masyarakat membutuhkan alasan yang kuat untuk membudayakan bertransaksi secara digital, seperti pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

Kesadaran yang masif ini harus menjadi perhatian pemerintah, dimana kesadaran ini harus terus diarahkan, dikembangkan, dilatih, dan dikelola agar kegamangan masyarakat dalam menggunakan paltform digital sebagai media berusaha bisnis dan bertransaksi menjadi hilang. Para pelaku UMKM yang mayoritas adalah orang yang susah, harus diberikan pengarahan yang tepat dan efektif, agar mereka mampu memaksimalkan fungsi platform digital sebagai lapak mereka dalam membangun dan mengembangkan usaha mereka. kenapa harus dari UMKM? Karena mereka adalah yang paling terdampak disebabkan oleh pandemi ini.

Lalu bagaimana bagi pelaku usaha di bidang jasa yang masih tergolong kepada UMKM?

Nah, ini bisa menjadi Pekerjaan Rumah kita bersama.

Jika pada saat ini sudah banyak market place online (seperti shopee, tokopedia, amazon, dan lain-lain) yang mempertemukan antara penjual dan pembeli, maka kedepannya perlu direalisasikan sebuah platform yang akan mempertemukan antara menyedia jasa, dan orang yang membutuhkan jasa tertentu.

Seperti jika seseorang membutuhkan seorang pemotong rumput taman, buruh cuci harian, sopir, buruh bangunan, tukang pijat, dan pekerjaan basis jasa lainnya kemudian bisa dengan mudah menemukan seseorang yang mampu bekerja dengan upah tertentu dengan hanya mengunjungi platform tersebut. keberadaan platform ini jika dilakukan dengan benar, seharusnya juga mampu mengurangi drastis angka pengagguran, karena setiap orang dapat bekerja eksklusif secara freelance menjualkan jasa kepandaiannya.

Apalagi, secara data pengguna platform digital sebagai cara berbelanja ataupun mencari kebutuhan terus meningkat. Jika peningkatan ini bersifat konstan bahkan setelah pandemi berakhir, maka memanfaatkannya sebagai ladang usaha adalah pilihan yang seksi.

Lagipula, hampir tidak ada batasan tentang produk barang dan jasa apa saja yang dapat dipasarkan dan dibeli secara online atau digital. Segala macam produk yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, sekarang sudah dijual umum di platform digital.

Jadi, jika trend menggunakan platform digital sebagai market place masih akan terus tinggi seperti keadaan sekarang, maka memaksimalkannya sebagai  ladang usaha bisnis maupun pengembangan usaha bisnis adalah hal yang sangat baik, karena mampu menjangkau lebih banyak orang meskipun masih dalam keadaan pandemi.

Nah sekarang, bagaimana cara buat toko online ? nanti akan kita bahas lebih dalam tentang hal ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *